Peru dalam Masalah, Italia Berpeluang Tampil di Piala Dunia 2018

ZURICH – Federasi Sepakbola Dunia (FIFA) menilai Peru mengalami kisruh sepakbola nasional. Berdasarkan laporan Mirror, Jumat (24/11/2017), Peru terindikasi melanggar aturan FIFA lantaran anggota dewan setempat ingin mengambil alih kepengurusan federasi sepakbola negara tersebut.
Namun di sisi lain, FIFA tidak mengizinkan federasi sepakbola dari suatu negara diatur langsung oleh badan eksekutif pemerintah. Alhasil, Italia berpeluang untuk menggantikan Peru di Piala Dunia 2018 karena memiliki peringkat paling bagus dibandingkan negara-negara yang gagal lolos dari fase Playoff
Dalam peraturan FIFA dituliskan jika suatu peserta Piala Dunia yang mengalami permasalahan dengan ketentuan yang berlaku maka bisa digantikan dengan peserta lain. Hal ini juga bisa berlaku untuk Peru.
“Jika ada asosiasi (negara peserta Piala Dunia) yang menarik atau dikeluarkan dari kompetisi, Komite Penyelenggara FIFA harus memutuskan masalah tersebut atas kebijakannya sendiri dan mengambil tindakan apa pun yang dianggap perlu. Komite Penyelenggara FIFA mungkin secara khusus memutuskan untuk mengganti asosiasi yang bersangkutan dengan asosiasi lain,” seperti dalam aturan tertulis FIFA.
Sebelumnya, Peru menjadi negara terakhir yang lolos ke putaran final Piala Dunia 2018 Rusia. Tim asuhan Ricardo Gareca itu memastikan diri sebagai kontestan ke-32 setelah mengalahkan Selandia Baru 2-0 di legII Playoff Inter-Konfederasi Piala Dunia 2018.
FIFA memiliki hak untuk menggantikan negara kontestan Piala Dunia 2018 berdasarkan peraturan yang ada tanpa perlu ada pertimbangan dari asosiasi sepakbola negara-negara lainnya. FIFA pun bisa menentukan pengganti peserta Piala Dunia yang dianggap tidak sesuai aturan.
Sejauh ini, Italia menjadi negara terdepan yang bisa menggantikan Peru jika tidak jadi tampil di Piala Dunia 2018. Pasalnya, Gli Azzurri -julukan Timnas Italia- berada di peringkat 14 FIFA. Selain itu, Cile (ranking 10) dan Belanda (ranking 20) juga memiliki peluang yang sama dengan Italia lantaran dianggap tim paling kompetitif selama babak kualifikasi berlangsung.